- cd – Pindah direktori. Perintah ini akan membuat anda berpindah ke direktori
- pwd – Mencetak direktori aktif. Perintah ini memberitahu direktori kerja
- ls – Melihat daftar file dari direktori aktif, dan (secara pilihan)menampilkan karakteristik-karakteristiknya.
- cp – Mengkopi sebuah file (atau direktori).
- mv – Memindah atau mengganti nama (rename) suatu file atau folder
- rm – Menghapus sebuah direktori atau file.
- rmdir – Menghapus direktori (direktori kosong)
- mkdir – Membuat sebuah direktori.
- chmod – Mengganti mode perlindungan (perizinan) pada file atau folder
- chown – Mengganti nama dari pemilik/grup dari sebuah file atau folder.
- chgrp – Mengganti grup pemilik dari sebuah file atau folder
- chflags – Mengganti flag dari sebuah file atau folder
- cat – Menampilkan isi dari file teks ASCII
- grep – Mencari isi dari sebuah file teks, dan menampilkan baris yang mengandung kata atau pola yang diberikan.
- head – Menampilkan beberapa baris awal pada file teks.
- nano – Mengedit isi dari suatu file teks.
- vi – Teks editor yang sangat ampuh yang hampir selalu terdapat dalam setiap installasi Linux
- wc – Menghitung jumlah baris, kata atau karakter dari sebuah file teks.
- man – menampilkan dokumentasi (manual pages) dari sebuah perintah.
- apropos – menampilkan dokumentasi (manual pages) yang berhubungan dengan kata kunci yang telah diberikan
- find – Memindai dan mencari pada struktur direktori dari file
- tar – Perintah untuk bekerja dengan file arsip.
- gzip – Melakukan kompresi pada file atau folder menjadi file dengan ekstensi .gz
- date – Menampilkan jam dan tanggal waktu sekarang.
- cal – Menampilkan kalender
- touch – Mengubah waktu modifikasi dari sebuah file atau membuat sebuah file kosong (0 byte)
- ps – Menampilkan proses yang berjalan pada sistem.
- top – Menampilkan proses di sistem yang paling banyak menggunakan sumber daya CPU.
- kill – Mematikan (atau memberikan sinyal lain pada) sebuah proses.
- su – Super user
- userdel – Menghapus user dari sistem.
- passwd – Mengganti password user
- ifconfig – Mengkonfigurasi interface jaringan.– Mematikan sistem
- reboot – Me-restart sistem
Selasa, 24 September 2013
Perintah Dasar Linux
Struktur Direktori Linux
1. / – Root
- Direktori ini hanya dapat diakses oleh user root atau super administrator pada Windows.
- Direktori / tidak sama dengan /root. Jadi harus diperhatikan dalam penulisannya.
2. /bin – User Binaries
- Direktori ini berisikan file-file eksekusi. Umumnya perintah yang digunakan oleh sistem disimpan dalam direktori ini.
- Contoh : ps, ls, ping, grep, cp.
3. /sbin – System Binaries
- Sama halnya seperti /bin, direktori /sbin juga berisi file yang bisa dieksekusi langsung. Tetapi, perintah-perintah linux yang terletak di bawah direktori ini biasanya digunakan oleh aministrator sistem, untuk tujuan pemeliharaan sistem.
- Contoh : arp, halt, shutdown, route, swapon, iptables, reboot, fdisk, ifconfig
4. /etc – Configuration Files
- Direktori ini berisikan file-file konfigurasi yang dibutuhkan oleh semua program. Selain itu juga berisi file yang dijalankan ketika startup.
- Contoh : /etc/resolv.conf, /etc/logrotate.conf
5. /dev – Device Files
- Direktori yang berisi file device pada komputer. Juga termasuk perangkat terminal, usb, atau perangkat yang melekat pada sistem.
- Contoh : /dev/tty1, /dev/usbmon0
6. /proc – Process Information
- Berisi informasi tentang proses sistem baik itu filesystem virtual dengan informasi teks tentang sumber daya sistem maupun berisi informasi tentang menjalankan proses.
- Contoh : /proc/{pid}, /proc/uptime
7. /var – Variable Files
- Direktori var merupakan singkatan dari Variable Files.
- Direktori ini berisikan file-file log sistem (/var/log), paket dan file database (/var/lib), email (/var /mail), print queues (/var/spool), lock files (/var/lock), temporary file yang dibutuhkan saat reboot (/var/tmp), dll
8. /tmp – Temporary Files
- Direktori yang berisi file-file sementara yang dibuat oleh sistem dan pengguna. File-file yang berada didalam direktori ini dihapus ketika sistem reboot.
9. /usr – User Programs
- Direktori ini berisikan file-file binari, libraries, dokumentasi, dan source code dari sistem.
- /usr/bin berisi file binary untuk programs. Contoh : at, awk, cc, less, scp
- /usr/sbin berisi file binary untuk system administrators. contoh: atd, cron, sshd, useradd, userdel
- /usr/lib berisi file libraries untuk /usr/bin dan /usr/sbin
10. /home – Home Directories
- Direktori home digunakan untuk semua pengguna menyimpan file pribadi mereka berdasarkan kepemilikan (user)
- Contoh : /home/oki, /home/nova
11. /boot – Boot Loader Files
- Berisi file-file yang berhubungan dengan boot loader.
- File Kernel initrd, vmlinux, grub files bisa ditemukan dalam direktori /boot
- Contoh : initrd.img-2.6.32-24-generic, vmlinuz-2.6.32-24-generic
12. /lib – System Libraries
- Berisi file-file library yang mendukung file-file binari dalam direktori /bin dan /sbin
- Nama file biasanya ld* or lib*.so.*
- Contoh : ld-2.11.1.so, libncurses.so.5.7
13. /opt – Optional add-on Applications
- Direktori ini menyimpan file-file tambahan dari vendor-vendor tertentu. Sifatnya hanya optional.
- Biasanya file disimpan dalam direktori /opt/ atau /opt/ sub-directory.
14. /mnt – Mount Directory
- Direktori Sementara tempat dimana sysadmin dapat me-mount filesystem.
15. /media – Removable Media Devices
- Direktori tempat sementara untuk removable devices.
- Contoh : /media/cdrom untuk CD-ROM, /media/floppy untuk floppy drives, /media/cdrecorder untuk CD writer
16. /srv – Service Data
- Direktori srv berisikan file-file service yang dibutuhkan oleh sebuah server.
- Contoh : /srv/cvs, /srv/www, /srv/ftp
Kamis, 12 September 2013
Tutorial Instal Ubuntu 13.04
Berikut Ini adalah Tutorial Instalisasi Ubuntu 13.04, berhubung screenshot nya tidak ada. Langsung aja pake Video biar cepet ngerti OK !!!
Langganan:
Komentar (Atom)

